Selamat Datang di web SMPN 23 Malang, Wilujeng Sumping di web SMPN 23 Malang, Sugeng Rawuh di web SMPN 23 Malang, Rahajeng Rauh di web SMPN 23 Malang, Onomi Fokha di web SMPN 23 Malang, Salama Engka di web SMPN 23 Malang.
mySchool | Pengumuman
Galeri Aktivitas

SMPN 23 Malang
Jl. Raya Tlogowaru Malang, Jawa Timur
Telp. (0341) 754085
Web: www.smpn23-malang.sch.id
Email: info@smpn23-malang.sch.id
kontak kami




Galeri Foto Aktivitas



Sejuta Prestasi Sekolah

Sampai2 Petugas Kamipun Bingung Menatanya dan Mengadministrasikannya....


Serah Terima Pohon Pisang Dari WaliMurid

Green School”, Sekolah Peduli Lingkungan
SECARA arti kata green school adalah sekolah hijau. Namun dalam makna luas, diartikan sebagai sekolah yang memiliki komitmen dan secara sistematis mengembangkan program-program untuk mengintemali-sasikan nilai-nilai lingkungan ke dalam seluruh aktivitas sekolah. Karenanya, tampilan fisik sekolah ditata secara ekologis sehingga menjadi wahana pembelajaran bagi seluruh warga sekolah untuk bersikap arif dan berperilaku ramah lingkungan.
Melihat kondisi lingkungan sekitar saat ini, konsep sekolah hijau sangat penting untuk diimplementasikan secara lebih luas. Berbagai bencana alam yang terjadi seperti banjir, tanah longsor, dan sebagainya, sebagian besar diakibatkan oleh perbuatan manusia yang merusak ekosistem lingkungan. Selain berserah diri pada-Nya, tentu saja perlu dilakukan upaya penyadaran agar manusia makin ramah pada lingkungan.
Di sinilah, konsep sekolah hijau dalam menumbuhkan sikap peduli lingkungan melalui proses pembelajaran dan pembiasaan menjadi penting dan strategis. Di sekolah, proses pembelajaran mengarah pada upaya pembentukan perilaku siswa yang peduli lingkungan melalui model pembelajaran yang aplikatif dan menyentuh kehidupan sehari-hari. Sementara itu, lingkungan sekolah dijadikan wahana pembiasaan perilaku peduli lingkungan sehari-hari. Dengan demikian, kedua aspek tadi, menuju pada satu tujuan yaitu internalisasi atau pembiasaan perilaku peduli lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
Penyusunan program sekolah hijau ini dilakukan secara holistik dengan mengaitkan seluruh program yang ada di sekolah serta mempertimbangkan faktor pendukung dan penghambat.
Potensi internal sekolah seperti ketersediaan lahan, sumber daya air, energi, bentang alam, tradisi masyarakat sekitar, dan ekosistemnya merupakan objek pengembangan dalam konsep sekolah hijau. Sementara dalam pandangan LSM Keanekaragaman Hayati Indonesia (Kehati), program sekolah hijau ha-rus mengembangkan kurikulum berbasis lingkungan; pendidikan berbasis komunitas; peningkatan kualitas lingkungan sekolah dan sekitarnya; sistem pendukung yang ramah lingkungan; dan manajemen sekolah berwawasan lingkungan.
Implementasi sekolah hijau dilakukan dalam tiga langkah strategis yaitu pertama, bidang kurikuler, pembelajaran lingkungan hidup dilakukan secara terintegrasi dengan mata pelajaran yang ada. Guru harus pandai mengemas pembelajaran dengan pemahaman dan pengalaman belajar yang aplikatif. Kedua, bidang ekstrakurikuler yaitu mengarah pada pembentukan kepedulian siswa terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan penyuluhan lingkungan dan lomba karya lingkungan.
Ketiga, bidang pengelolaan lingkungan sekolah yaitu melalui yang pertama adalah pemanfaatan dan penataan lahan sekolah menjadi laboratorium alam seperti menjadi kebun dan tanaman obat-obatan, ajakan hemat energi dan air, daur ulang sampah melalui proses reduce, reuse, dan recycle,yang kedua adalah pengelolaan lingkungan sosial dalam bentuk pembiasaan perilaku-perila-ku nyata yang positif di antaranya kedisiplinan, kerja sama, kepedulian, kejujuran, dan menghargai kearifan lokal.
Lingkungan sekolah adalah lingkungan kehidupan sehari-hari siswa. Jika lingkungan sekolah dapat ditata dan dikelola dengan baik, maka akan menjadi wahana efektif pembentukan perilaku peduli lingkungan.
“Green school” adalah konsep yang mengajak seluruh warga sekolah untuk membentuk gaya hidup agar lebih peduli dan melestarikan lingkungan.


Kegiatan baca Puisi dalam memperingati Bulan Bahasa

SMPN 23 Malang memperingati  puncak bulan bahasa Peringatan bulan bahasa itu sekaligus memperingati Hari Sumpah Pemuda 

Kegiatan ini dimanfaatkan oleh  siswa melalui OSIS  dengan mengadakan berbagai macam perlombaan baca Puisi yang terkait dengan bahasa dan sastra. 

Lomba-lomba itu antara lain menulis cerpen, bedah buku, dan story telling. 

Menurut Kepala Sekolah, kegiatan ini selain untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda juga untuk meningkatkan bakat siswa. Siswa dan guru juga diharapkan untuk meningkatkan kemampuannya dalam bidang bahasa dan sastra.

“Oleh sebab itu, lomba yang diadakan berhubungan dengan bahasa dan sastra. Semoga dengan adanya kegiatan bulan bahasa ini bisa menumbuhkan lagi minat baca dan kecintaan siswa dan siswi SMPN 23 Malang

Kegiatan ini juga sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintah mengenai GLS (Gerakan Literasi Sekolah). 

First <<  [ 7 ] [ 8 ] [ 9 ] 10 [ 11 ] [ 12 ]   >> Last