Selamat Datang di web SMPN 23 Malang, Wilujeng Sumping di web SMPN 23 Malang, Sugeng Rawuh di web SMPN 23 Malang, Rahajeng Rauh di web SMPN 23 Malang, Onomi Fokha di web SMPN 23 Malang, Salama Engka di web SMPN 23 Malang.
mySchool | Pengumuman
Galeri Aktivitas

SMPN 23 Malang
Jl. Raya Tlogowaru Malang, Jawa Timur
Telp. (0341) 754085
Web: www.smpn23-malang.sch.id
Email: info@smpn23-malang.sch.id
kontak kami




Galeri Foto Aktivitas



Penguatan Karakter Peduli Lingkungan oleh KPR - LIPI

BKT Kebun Raya Purwodadi LIPI adalah satuan kerja yang bernaung di bawah dan bertanggung jawab kepada Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya, Kedeputian Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati-Lembaga IImu Pengetahuan Indonesia, dengan tugas melaksanakan konservasi ex-situ tumbuhan dataran rendah kering (Perka LIPI Nomor 4 Tahun 2016 Tentang Organisasi dan Tata Kerja). Dalam melaksanakan tugas tersebut BKT Kebun Raya Purwodadi LIPI, menyelenggarakan fungsi:

  • Pelaksanaan eksplorasi tumbuhan dataran rendah kering;
  • Pelaksanaan pengelolaan koleksi tumbuhan dataran rendah kering;
  • Pelaksanaan penelitian dan pengembangan konservasi tumbuhan dataran rendah kering;
  • Pelaksanaan layanan jasa dan informasi;
  • Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga.

Kawasan konservasi ex situ tumbuhan ini terletak di Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur; dan berada pada ketinggian 300 m dpl. Kebun Raya Purwodadi memiliki luas 85 Ha dengan koleksi lebih dari 11.000 spesimen tumbuhan.


Photo Hari Puspa dan Satwa November 2018

Indonesia setiap tanggal 5 November memeringatinya sebagai hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN).

Pada momen ini kita kembali diingatkan bagaimana pentingnya menjaga kelestarian Puspa (tumbuhan) serta satwa (hewan) supaya tetap lestari dan terjaga.

Mengingat seperti yang kita tahu, tumbuhan dan hewan khususnya yang ada di Indonesia, sudah banyak yang punah.

Padahal mahkluk hidup tersebut adalah salah satu aset bangsa yang tak ternilai harganya.

Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional merupakan momen untuk membangun kesadaran serta membentuk kecintaan terhadap puspa dan satwa agar keanekaragaman hayati tetap lestari.

kegiatan ini membuat murid lebih mengenal tumbuhan dan satwa. Selain itu, bisa mengedukasi murid untuk lebih menyayangi hewan dan tumbuhan 
 
“Dalam kegiatan pendidikan lingkungan ini anak-anak diajak bermain sambil belajar untuk mengenal puspa dan satwa hal ini berguna untuk menumbuhkan kecintaan dari dini  terhadap puspa satwa nasional terutama yang dilindungi



Artikel ini telah tayang di Tribunsumsel.com dengan judul Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) Tanggal 5 November, Ketahui Hewan Mana Boleh DIpelihara, http://sumsel.tribunnews.com/2018/11/05/hari-cinta-puspa-dan-satwa-nasional-hcpsn-tanggal-5-november-ketahui-hewan-mana-boleh-dipelihara.
Penulis: Shinta Dwi Anggraini
Editor: Wawan Perdana


Skrining Kesehatan oleh Puskesmas Arjowinangun

Pembinaan dan pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)  di sekolah dilaksanakan melalui tiga program pokok yang biasa dikenal sebagai trias UKS meliputi pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan kehidupan sekolah sehat. Pelayanan kesehatan yang dimaksud meliputi Screening Kesehatan Anak Sekolah atau dikenal sebagai penjaringan kesehatan, pemantauan kesehatan serta penyuluhan kesehatan.

Penjaringan dilakukan setahun sekali pada awal tahun pelajaran terhadap murid kelas satu di SD/RA, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA  negeri dan swasta yang dilakukan oleh suatu Tim Penjaringan Kesehatan dibawah koordinasi Puskesmas. Penjaringan kesehatan merupakan serangkaian kegiatan yang meliputi pengisian kuesioner oleh peserta didik, pemeriksaan fisik dan penunjang oleh tenaga kesehatan bersama sama kader kesehatan remaja dan guru sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan untuk memenuhi persyaratan standar minimal pelayanan bidang kesehatan dan program UKS. Idealnya rangkaian tersebut seharusnya dilaksanakan seluruhnya, namun dalam pelaksanaannya dapat disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi wilayah setempat.

Pengisian kuesioner oleh siswa didik digunakan untuk mengetahui riwayat kesehatan secara umum, informasi kesehatan keluarga, riwayat imunisasi, gaya hidup, kesehatan intelegensia, kesehatan mental remaja, kesehatan reproduksi dan bahan edukasi kelas konseling. Riwayat kesehatan secara umum diperiksa melalui pengisisn delapan pertanyaan meliputi masalah kesehatan secara umum, alergi terhadap makanan tertentu, alergi terhadap obat tertentu, obat obatan yang sedang dimunim saat ini, riwayat dirawat di rumah sakit, riwayat cedera serius akibat kecelakaan, riwayat pingsan/tidak sadarkan diri dalam satu tahun terakhir dan riwayat penyakit tertentu yang pernah dialami. Riwayat penyakit tertentu yang dimaksud adalah anemia/kurang darah, asma, batuk lama dan berulang, campak, diabetes mellitus, hepatitis, penyakit jantung, kejang, TBC paru, sakit perut berulang dan sakit kepala berulang.

Imunisasi sebagai upaya pemberian antigen untuk meningkatkan kekebalan anak secara aktif dengan cara memberikan suntikan vaksin terhadap tubuh sehingga bila terserang penyakit tidak menjadi sakit atau sakit ringan. Riwayat imunisasi biasanya diperlukan untuk mengetahui kelengkapan data imunisasi peserta didik sejak bayi sampai remaja terhadap antigen tertentu. Apabila peserta didik memperoleh imunisasi lengkap dari sejak bayi hingga dewasa maka akan memperoleh kekebalan seumur hidup.

Kuesioner gaya hidup selain digunakan untuk memilah yang sehat dan tidak diperlukan juga untuk memberikan informasi penggunaan napza. Harapannya pemeriksaan dan penegakan diagnosis tepat waktu dapat memberikan dasar intervensi yang efektif sedini mungkin, sebelum penyimpangan awal perilaku menjadi pola maladaptif yang menetap atau ketergantungan. Masalah gangguan penggunaan napza khususnya rokok dan alkohol merupakan problem yang kompleks yang penatalaksanaaanya melibatkan banyak bidang keilmuan baik medik maupun non medik, karena hal ini merupakan pintu masuk penggunaan napza suntik. Dalam pola tertentu penggunaan jarum suntik dan sex bebas berkaitan erat dengan penularan HIV Aids. Salah satu penyebab gangguan penggunaan napza adalah kurangnya pendidikan dan informasi tentang bahaya napza baik di kalangan orangtua maupun pelajar. UKS diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran untuk mengembangkan pola hidup sehat yang anti napza. Dengan demikian akan tercipta lingkungan sekolah yang menyenangkan, hubungan yang baik antara siswa dengan siswa, guru dengan siswa dan orang tua dengan guru. Belajar yang menyenangkan di sekolah akan membantu dan meningkatkan daya tahan siswa terhadap pengaruh pengaruh negatif.

Dalam penjaringan anak sekolah juga dilakukan deteksi dini kesehatan intelegensia remaja sebagai suatu upaya pemeriksaan awal untuk menemukan secara dini adanya gangguan modalitas belajar yang dapat berpotensi mengakibatkan terjadinya kesulitan belajar pada remaja sehingga dapat segera dilakukan tindakan intervensi. Selain itu juga diperoleh pemahaman tentang karakteristik remaja, potensi yang dimiliki, hal hal yang menghambat potensi dan cara mengembangkan potensinya tersebut. Setelah diketahui maka dapat direncanakan upaya peninngkatan kualitas kesehatan intelegensia sehingga remaja tersebut dapat mengoptimalisasikan hasil belajarnya, serta orangtua dan guru dapat memberikan dukungan dan bimbingan sesuai dengan potensi dan cara belajar unik yang dimiliki setiap remaja. Modalitas belajar adalah cara kerja otak kita dalam menyerap, memproses dan menyimpan informasi yang diperoleh melalui panca indera secara optimal. Menurut howard gardner modalitas belajar dapat dikarakteristkkan menjadi modalitas belajar auditory, visual dan kinestetik. Modalitas belajar auditory adalah kemampuan belajar dengan mengandalkan pendengaran untuk bisa memahami sekaligus mengingatnya. Karakteristik model belajar ini benar benar menempatkan pendengaran sebagai alat utama untuk menyerap informasi atau pengetahuan. Artinya untuk bisa mengingat dan memahami informasi tertentu yang bersangkutan haruslah mendengarkannya terlebih dahulu. Biasanya mereka yang terbatas dalam modalitas ini memiliki kendala untuk berdialog secara langsung karena terlalu rektif terhadap suara, sehingga sulit mengikuti anjuran secara lisan dan sering salah menginterpretasikan kata dan ucapan. Modalitas visual adalah kemampuan belajar dengan menitikberatkan kemampuan menangkap dan menyimpan informasi lewat penglihatan. Artinya bukti bukti konkret harus diperlihatkan terlebih dahulu agar mereka paham. Ciri ciri yang memiliki modalitas visual adalah kebutuhan yang tinggi untuk melihat dan menangkap informasi secara visual sebelum mereka memahaminya. Mereka memiliki kepekaan yang kuat terhadap warna disamping mempunyai pemahaman yang cukup terhadap masalah artistik. Mereka yang terbatas dalam modalitas belajar ini umumnya sulit menyerap secara langsung informasi dalam bentuk tulisan, selain memiliki kesulitan menulis ataupun membaca. Modalitas kinestetik berarti belajar dengan sentuh dan gerak, rasakan, praktik yang melibatkan fisik dan menggunakannya sewaktu belajar. Gaya belajar ini mengharuskan remaja menyentuh sesuatu yang memberikan informasi tertentu agar ia bisa mengingatnya. Karakter pertama dalah menempatkan tangan sebagai alat penerima informasi utama agar terus mengingatnya, hanya dengan mencoba coba dengan memegang saja seseorang yang optimal dalam modalitas belajar ini bisa menyerap informasi tanpa harus membaca penjelasannya. Individu yang optimal dalam modalitas belajar ini bisa belajar lebih baik kalau prosesnya disertai kegiatan fisik. Kelebihannya mereka memiliki kemampuan mengkoordinasikan sebuah tim disamping kemampuan mengendalikan gerakan tubuh (athletic ability). Karakter kedua tak tahan duduk manis berlama lama mendengarkan penjelasan. Tak heran jika individu yang memiliki gaya belajar ini baru bisa belajar lebih baik jika prosesnya disertai kegiatan fisik.

Deteksi dini masalah kesehatan mental remaja adalah suatu upaya pemeriksaan awal untuk menemukan secara dini adanya masalah kesehatan mental pada remaja. Masalah kesehatan mental remaja meliputi beberapa domain yaitu domain masalah perilaku dan agresifitas, domain masalah emosional, domain masalah dengan teman sebaya, domain masalah interpersonal dan domain masalah dengan napza.  

First <<  1 [ 2 ] [ 3 ] [ 4 ] [ 5 ] [ 6 ]   >> Last